Foto udara atol Taman Wisata Alam Pulau Pombo
Kawasan Konservasi · Kementerian Kehutanan RI

Taman Wisata Alam
Pulau Pombo

Atol kecil di antara Pulau Ambon dan Pulau Haruku — pasir putih, hutan pantai, terumbu karang, dan rumah bagi Burung Pombo (Ducula bicolor). Dikelola Resort Pulau Ambon, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Maluku.

±218.746
Ha total daratan & perairan
±6.921
Ha fungsi TWA (SK 2022)
1973
Penunjukan pertama
Maluku Tengah
Provinsi Maluku
Gambaran Umum

Kawasan konservasi di jantung Laut Maluku

Berada dalam wilayah kerja Resort Pulau Ambon, Seksi Konservasi Wilayah II Ambon, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Maluku.

Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Pombo merupakan kawasan konservasi yang terletak di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, secara geografis berada di antara Pulau Ambon dan Pulau Haruku. TWA Pulau Pombo memiliki karakteristik pulau kecil dan atol dengan panorama pantai berpasir putih, hutan pantai, terumbu karang, serta keanekaragaman biota laut.

Kawasan ini juga menjadi habitat dan tempat singgah berbagai jenis burung, termasuk Burung Pombo (Ducula bicolor) — asal-usul nama pulau ini. Potensi wisata utamanya berupa wisata bahari seperti snorkeling, diving, dan fishing, didukung oleh keindahan ekosistem bawah laut dan keanekaragaman hayati yang tinggi.

Pulau & Atol Kecil
Dikelilingi terumbu karang cincin yang membentuk laguna biru jernih.
Habitat Burung Pombo
Tempat singgah Ducula bicolor dan berbagai jenis burung laut.
Hutan Pantai
Vegetasi pantai alami yang menaungi garis pasir putih sepanjang pulau.
Sejarah & Dasar Hukum

Perjalanan status kawasan

Empat penetapan resmi yang membentuk status Pulau Pombo, dari cagar alam hingga taman wisata alam seperti sekarang.

14 Juli 1973

Penunjukan Awal

SK Menteri Pertanian No. 327/Kpts/Um/7/1973 menunjuk Pulau Pombo dan perairan laut di sekitarnya seluas 1.000 Ha sebagai Cagar Alam dan Taman Laut.

30 Juli 1996

Taman Wisata Alam Laut

SK Menteri Kehutanan No. 392/Kpts-VI/1996 menetapkan wilayah perairan seluas 998 Ha sebagai Taman Wisata Alam Laut.

2014

Perubahan Luasan

SK Menteri Kehutanan No. SK.854/Menhut-II/2014 mengubah luasan kawasan Taman Wisata Alam Laut Pulau Pombo.

September 2022

TWA Pulau Pombo (Status Saat Ini)

SK Menteri LHK No. SK.998/MENLHK/SETJEN/PLA.2/9/2022 mengubah fungsi pokok Cagar Alam Pulau Pombo menjadi Taman Wisata Alam Pulau Pombo seluas ±6.921 Ha. Total luas kawasan darat & perairan menjadi ±218.746 Ha.

Garis pantai dan hutan pantai alami Pulau Pombo
Kekayaan Hayati

Ekosistem kecil, keanekaragaman tinggi

Dalam luasan yang relatif kecil, Pulau Pombo menyimpan rangkaian ekosistem pesisir yang lengkap — dari hutan pantai, hamparan pasir putih, hingga terumbu karang cincin yang menopang beragam biota laut.

  • Burung Pombo — Ducula bicolor
    Spesies penanda pulau ini, menjadikannya tempat singgah dan berkembang biak berbagai jenis burung.
  • Terumbu Karang & Biota Laut
    Terumbu karang cincin (atol) yang menopang keanekaragaman hayati bawah laut.
  • Hutan Pantai & Pasir Putih
    Vegetasi pantai alami yang membentuk lanskap khas pulau kecil tropis.
Dokumentasi Lapangan

Momen di bawah permukaan

Sebagian dokumentasi kegiatan snorkeling dan kondisi terumbu karang di perairan TWA Pulau Pombo.

Pengunjung snorkeling di perairan Pulau Pombo
Potensi Wisata

Wisata bahari di ekosistem terjaga

Snorkeling

Menjelajahi laguna dangkal dan terumbu karang tepi yang mudah diakses dari pantai.

Diving

Ekosistem bawah laut yang lebih dalam pada tubir karang di sekeliling atol.

Fishing

Memancing di perairan sekitar kawasan sesuai zonasi dan ketentuan yang berlaku.

Aksesibilitas & Navigasi

Menuju Pulau Pombo

Aksesibilitas menuju TWA Pulau Pombo ditempuh melalui jalur laut dari Pulau Ambon menggunakan perahu atau speedboat.

Jalur Timur Laut

Berdasarkan kondisi batimetri kawasan, jalur masuk yang paling aman secara spasial dan temporal adalah melalui sisi Timur Laut Pulau Pombo pada siang hari.

Direkomendasikan

Jalur Barat Daya

Terdapat pula jalur alami dari sisi Barat Daya, namun penggunaannya sangat dipengaruhi oleh kondisi pasang surut.

Bergantung pasang surut

Catatan navigasi: pada kondisi air surut terendah (LLWL – Lowest Low Water Level), diperlukan kewaspadaan navigasi yang tinggi di sekitar terumbu karang kawasan.

Dokumentasi

Galeri Pulau Pombo