Atol kecil di antara Pulau Ambon dan Pulau Haruku — pasir putih, hutan pantai, terumbu karang, dan rumah bagi Burung Pombo (Ducula bicolor). Dikelola Resort Pulau Ambon, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Maluku.
Berada dalam wilayah kerja Resort Pulau Ambon, Seksi Konservasi Wilayah II Ambon, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Maluku.
Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Pombo merupakan kawasan konservasi yang terletak di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, secara geografis berada di antara Pulau Ambon dan Pulau Haruku. TWA Pulau Pombo memiliki karakteristik pulau kecil dan atol dengan panorama pantai berpasir putih, hutan pantai, terumbu karang, serta keanekaragaman biota laut.
Kawasan ini juga menjadi habitat dan tempat singgah berbagai jenis burung, termasuk Burung Pombo (Ducula bicolor) — asal-usul nama pulau ini. Potensi wisata utamanya berupa wisata bahari seperti snorkeling, diving, dan fishing, didukung oleh keindahan ekosistem bawah laut dan keanekaragaman hayati yang tinggi.
Empat penetapan resmi yang membentuk status Pulau Pombo, dari cagar alam hingga taman wisata alam seperti sekarang.
SK Menteri Pertanian No. 327/Kpts/Um/7/1973 menunjuk Pulau Pombo dan perairan laut di sekitarnya seluas 1.000 Ha sebagai Cagar Alam dan Taman Laut.
SK Menteri Kehutanan No. 392/Kpts-VI/1996 menetapkan wilayah perairan seluas 998 Ha sebagai Taman Wisata Alam Laut.
SK Menteri Kehutanan No. SK.854/Menhut-II/2014 mengubah luasan kawasan Taman Wisata Alam Laut Pulau Pombo.
SK Menteri LHK No. SK.998/MENLHK/SETJEN/PLA.2/9/2022 mengubah fungsi pokok Cagar Alam Pulau Pombo menjadi Taman Wisata Alam Pulau Pombo seluas ±6.921 Ha. Total luas kawasan darat & perairan menjadi ±218.746 Ha.

Dalam luasan yang relatif kecil, Pulau Pombo menyimpan rangkaian ekosistem pesisir yang lengkap — dari hutan pantai, hamparan pasir putih, hingga terumbu karang cincin yang menopang beragam biota laut.
Sebagian dokumentasi kegiatan snorkeling dan kondisi terumbu karang di perairan TWA Pulau Pombo.
Menjelajahi laguna dangkal dan terumbu karang tepi yang mudah diakses dari pantai.
Ekosistem bawah laut yang lebih dalam pada tubir karang di sekeliling atol.
Memancing di perairan sekitar kawasan sesuai zonasi dan ketentuan yang berlaku.
Aksesibilitas menuju TWA Pulau Pombo ditempuh melalui jalur laut dari Pulau Ambon menggunakan perahu atau speedboat.
Berdasarkan kondisi batimetri kawasan, jalur masuk yang paling aman secara spasial dan temporal adalah melalui sisi Timur Laut Pulau Pombo pada siang hari.
DirekomendasikanTerdapat pula jalur alami dari sisi Barat Daya, namun penggunaannya sangat dipengaruhi oleh kondisi pasang surut.
Bergantung pasang surutCatatan navigasi: pada kondisi air surut terendah (LLWL – Lowest Low Water Level), diperlukan kewaspadaan navigasi yang tinggi di sekitar terumbu karang kawasan.